5 Keterampilan Pokok dalam Membaca

Sebenarnya banyak sekali keterampilan-keterampilan pokok yang dibutuhkan dalam membaca, tetapi Johan (2003) mengelompokkannya menjadi 5 kelompok, yaitu:

  1. Menemukan arti kata dalam konteks bacaan (Deducing the meanings of words from contexts)
  2. Memahami bentuk dan arti frasa-frasa non-idiomatik (Understanding the forms and meanings of non-idiomatic phrases)
  3. Memahami arti kalimat melalui struktur sintaksis (Understanding sentence meaning through syntactical structures)
  4. Mengenal dan memahami struktur-struktur retorik (Recognizing and understanding rhetorical structures)
  5. Keterampilan Membaca Kritis (Chritical Reading Skills)

Add 1: Deducing the meanings of words from contexts (Menemukan arti kata dalam konteks bacaan)

Maksudnya yaitu kita dapat menemukan arti sebuah kata dengan cara melihat kata-kata atau frasa yang mendahului atau mengikuti kata tersebut sehingga dapat diketahui fungsi, jenis kata, dan akhirnya arti kata tersebut yang tepat dalam bacaan itu.

contoh:

  • Because of the heavy rain, some students were not present at the flag ceremony this morning. (present berarti “hadir”)
  • This procedure may not be suitable, at least for the present condition. (present berarti “sekarang ini”)
  • Children are usually given presents at their birthdays. (present berarti “hadiah”)
  • Each students has to write a paper and present it at the seminar class. (present berarti “menyajikan”)

Dalam konteks bacaan tertentupun, tanpa melihat kamus, kita dapat menentukan arti suatu kata dengan melihat adanya penggunaan bentuk persamaan, perlawanan kata, dan lain sebagainya.

contoh:

  • When he was a child, the boy was weak and timid, but now he is strong and brave young man. (timid merupakan bentuk perlawanan kata)
  • Trucks, buses, cars, and motor-bikes are important vehicles for people in those region. (dari contoh-contoh dalam kalimat dapat diketahui arti kata “vehicles“)

Add 2: Understanding the forms and meanings of non-idiomatic phrases (Memahami bentuk dan arti frasa-frasa non-idiomatik)

Frasa non-idiomatik berbeda dari frasa idiomatik dalam hal bentuk dan artinya yang tak terbatas jumlahnya. Beberapa frasa non-idiomatik yaitu:

  • Frasa benda (Noun Phrases), example: a smoking volcano, the still of the night
  • Frasa Gerundium (Gerund Phrases), example: Smoking too much, Learning foreign language
  • Frasa Partisip (Participial Phrases), example: Living in a big city, they should work hard and compete with others (=Bila tinggal di kota besar, …)
  • Frasa Verba Predikatif (Predicative Verb Phrases), example: has been proved, are being built
  • Frasa Infinitif (Infinitive Phrases), example: To write a thesis

Add 3: Understanding sentence meaning through syntactical structures (Memahami arti kalimat melalui struktur sintaksis)

Keterampilan ini merupakan aplikasi pengetahuan grammar khususnya syntax dalam mengidentifikasi kata, frasa, atau sub-klosa yang berfungsi sebagai unsur inti kalimat (Sunjek, Predikat, Objek, Keterangan, atau Komplemen). Kesuliatan dijumpai jika suatu kalimat memiliki pola yang kompleks yang tidak mengikuti pola-pola yang umum digunakan.

Add 4: Recognizing and understanding rhetorical structures (Mengenal dan memahami struktur-struktur retorik)

Struktur retorik merupakan jalinan hubungan antara makna fungsional yang digambarkan oleh unsur-unsur bahasa dalam suatu teks bacaan. Struktur ini merupakan kerangka landasan suatu teks dan erat kaitannya dengan topik yang ditulis, tujuan penulis, dan pembaca yang dituju penulis.

Biasanya struktur retorik ini ada yang tergambar secara eksplisit dengan adanya penanda wacana, dan ada yang hanya dikenal melalui keterbiasaan (familiarity) pembaca.

Struktur retorik dijumpai pada tingkat kalimat, alinia atau antar kalimat, dan pada tingkat bacaan secara keseluruhan.

Add 5: Chritical Reading Skills (Keterampilan Membaca Kritis)

  • Memahami tujuan penulis (contoh: informasi, ide, mempengaruhi pembaca) ,sudut pandang penulis (ekonomi, politik, pendidikan, agama),dan nada penulis (humor,
  • Membuat inferensi, generalisasi, dan konklusi,
  • Menilai sumber acuan penulis, (fakta, inferensi, atau opini)
  • Menilai tata-tulis dan bahasa penulis

DAFTAR PUSTAKA:

Johan, A Ghani, (2003). Reading and Translation: Pelajaran Membaca dan Menterjemahkan Bahasa Inggris, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: